Kamis, 11 Agustus 2011

Hakikah Mahabbah


Sungguh mahabbah (cinta) adalah penyakit yang membingungkan. Obatnya terletak pada sejauh mana kita mau berteman-berbagi, sejauh man kta mendatangi tempat yang kita sukai dan sejauh mana kita melakukan sesuatu yang kita senangi.
Orang yang terkena panah mahabbah tak akan mau melepaskan panah itu. anehnya, orang yang sehat malah ingin terjangkit penyakit mahabbah. Cinta membuat hal yang tadinya di padang hinamenjadi mulia. Mengubah yang rumit menjadi mudah....

Sejatinya pernah saya ketahui seorang pemuda yang telah saya kenal sedang diterpa penyakit cinta. Jaring cinta telah menjeratnya dan menggundahgulanakan ruang hati dan benaknya. Saya lihat penyakit cinta itu begitu kuat mengerogoti dirinya. Sementara dia tidak pernah berdoa kepada Allah Swt agar meyembuhkan penyakit cintanya. Kalaulah berdoa, ia hanya memohon disatukan dengan orang yang dicintainya.

Cobaan cinta yang menimpanya sangatlah besar dan deritanya begitu panjang. Meskipun demiian, ia tetap tidak ingin sembuh dari penyakit cintanya. Suatu hari, sya datangi ia. Saya lihat keadaannya benar-benar terpuruk dalam derita cinta. Ia tak lagi kuasa mengendalikan dirinya. Khawatir sekali saya melihat keadannya. Saya beranikan diri menasihatinya dengan sebuah doa, "Kiranya Allah memberikan kelapangan Kepada Anda". Sungguh, saya lihat wajahnya memancarkan kebencian yang teramat kepada saya. Menaggapi orang yang dilingkupi keadaan seperti itu, saya petikkan puisi dari kitab "Seni Mencinta"

Derita cintaku kepadamu, duhai pujaan!
Anugerah yang 'kan kunikmati selalu
Berpaling darimu, jangan harap 'kan kulakukan
Walau sekejap dari sang waktu

Kalau orang menasihatiku
Palingkan dirimu dari cintamu
Tidak, Tidak dan Tidaaaak....
Kujawab ia dengan nada mengelegak